Wednesday, December 19, 2007
Teks Khutbah Idul Adha 1428 H.

TIGA SEMANGAT MUSLIM

UNTUK MENCEGAH KEHANCURAN UMAT DAN BANGSA

Oleh: Drs. H. Ahmad Yani

Ketua LPPD Khairu Ummah, Koordinator Majelis Dai Paguyuban Ikhlas, Pengurus Koordinasi Dakwah Islam (KODI) DKI Jakarta,

Penulis Buku Islam

الله أكبر الله أكبر الله أكبر3X

اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ اِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ اَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللهِ : اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَ اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Allahu Akbar 3X Walillahilhamdu.

Jamaah Shalat Idul Adha Yang Dimuliakan Allah.

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah swt yang telah memberikan kenikmatan kepada kita dalam jumlah yang begitu banyak sehingga kita sendiri tidak akan mampu menghitung secara rinci tentang kenikmatan-kenikmatan itu. Karenanya dalam konteks nikmat, Allah swt tidak memerintahkan kita untuk menghitung tapi kita diperintah untuk mensyukurinya. Kehadiran kita pada pagi ini dalam pelaksanaan shalat Idul Adha bersamaan dengan kehadiran sekitar tiga sampai empat juta jamaah haji dari seluruh dunia yang sedang menyelesaikan pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci merupakan salah satu dari tanda syukur kita kepada Allah swt, semoga kita termasuk orang yang pandai bersyukur dengan sebenar-benarnya sehingga kenikmatan yang Allah swt akan terus bertambah, baik dari sisi jumlahnya atau paling tidak meskipun jumlahnya tidak banyak tapi kita merasakanya sebagai sesuatu yang banyak.

Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi kita Muhammad saw, beserta keluarga, sahabat dan para pengikuti setia serta para penerus dakwahnya hingga hari kiamat nanti. Karenanya kita akan terus bertekad untuk menjadi orang-orang yang menjadi pengikut setia dan melanjutnya perjuangan menyebarkan dan menegakkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan ini.

Ibadah haji dan qurban dalam suasana Idul Adha setiap tahun selalu memberi pelajaran yang amat berharga bagi kita, baik sebagai pribadi, keluarga maupun masyarakat dan warga bangsa. Pelajaran yang kita ambil amat relevan dengan kehidupan kita sekarang dan pada masa-masa yang akan datang sehingga bisa kita cegah kehancuran umat dan bangsa. Paling tidak, ada tiga semangat muslim yang harus kita pertahankan dan kita tingkatkan kualitas dan kuantitasnya, tiga semangat ini merupakan diantara nilai-nilai hikmah yang kita petik dari momentum haji dan Idul Adha tahun ini.

Pertama adalah semangat dan keikhlasan untuk berkorban dalam segala bidang kebaikan. Hal ini merupakan sesuatu yang amat penting dalam kehidupan masyarakat dan bangsa, karena akan menumbuhkan solidaritas sosial yang tinggi pada masyarakat, bukan semangat mementingkan diri sendiri atau kelompok. Karena itu, para pemimpin dan elite politik harus memberi contoh dengan menunjukkan semangat berkorban untuk kepentingan rakyat, bila semangat ini ada, maka pemimpin tidak akan hidup mewah di tengah-tengah penderitaan rakyat, apalagi bila gaya hidup mewah itu justeru dilakukan dengan biaya dari dana rakyat, baik yang sengaja dikorup maupun disiasati melalui ketentuan berbagai macam tunjangan jabatan agar tidak terkesan korupsi.

Diantara khalifah yang justeru menunjukkan kesederhanaan setelah menjadi pemimpin atau pejabat adalah Umar bin Abdul Aziz. Bandingkan dengan pemimpin masa kini yang justeru baru bisa hidup mewah setelah menjadi pejabat. Dalam suatu riwayat diceritakan bahwa Umar bin Abdul Aziz memang menunjukkan kesederhanaan itu, sebelum menjadi khalifah ia memang sudah menjadi orang kaya, karenanya ia bisa menghabiskan dana untuk membeli pakaian yang harganya 600 dirham, tapi ketika menjadi khalifah, ia hanya membeli pakaian yang harganya 6 dirham, hal ini ia lakukan karena kehidupan yang sederhana tidak hanya harus dihimbau, tapi harus dicontohkan langsung kepada masyarakatnya. Raja’ bin Haiwah, seorang menteri pada kabinet Umar bercerita: “Aku disuruh oleh Umar Bin Abdul Aziz membeli pakaian seharga enam dirham, maka aku belikan seperti apa yang diharapkannya itu dan kemudian beliau berkata : “Itulah pakaian yang saya senangi, kalau dia tidak demikian halus.” Berkata raja’: “Mendengar itu pun aku menangis, terharu.” Khalifah bertanya: “Apa yang engkau tangiskan?” Raja’ menjawab: “Dulu saya bawakan kepada engkau pakaian seharga enam ratus dirham, maka engkau berkata: “saya senang pakaian ini, sayang dia terlalu kasar.” Tetapi sekarang setelah engkau jadi khalifah, saya belikan engkau pakaian seharga enam dirham saja, engkau berkata: “saya senang kepadanya, kalau tidaklah dia demikian halus.”

Bahkan Ibnu Abdil Hakam meriwayatkan bahwa Umar sebelum menjadi khalifah menganggap kasar pakaian yang berharga sampai 800 dirham, namun kini pakaian dengan harta 8 dirham saja dianggapnya begitu halus. Kesederhanaan inipun mendapat dukungan dari anggota keluarganya, isteri dan anaknya.

Bila kemewahan hidup semakin menggejala bahkan telah menjadi mode atau gaya hidup, apalagi hal itu dilakukan oleh para pemimpin dan keluarganya, baik pemimpin Negara, organisasi, yayasan, universitas apalagi pemimpin partai politik, maka kehancuran suatu bangsa tidak bisa dihindarkan lagi dan kehancuran itu semakin besar ketika kemewahan hidup itu tidak juga ditinggalkan, Allah swt berfirman mengingatkan masalah ini:

Dan jika kami hendak membinasakan suatu negeri, Maka kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, Maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan kami), Kemudian kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya. Dan berapa banyaknya kaum sesudah Nuh telah kami binasakan. dan cukuplah Tuhanmu Maha mengetahui lagi Maha melihat dosa hamba-hamba-Nya. (QS Al Isra [17]:16-17).


Allahu Akbar 3X Walillahilhamdu.

Jamaah Shalat Idul Adha Yang Berbahagia.

Semangat kedua yang harus kita pertahankan dan kita tingkatkan adalah semangat mengikuti jejak para nabi Dalam hidup ini kita amat membutuhkan keteladanan, tidak hanya anak kecil yang membutuhkan figur yang bisa ditiru, tapi semua kita membutuhkannya, bahkan Nabi Muhammad saw juga membutuhkannya. Karena itu, Nabi Ibrahim as dijadikan sebagai teladan bagi Nabi Muhammad saw dan bagi kita semua, Allah swt berfirman:


Sesungguhnya Telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan Dia; ketika mereka Berkata kepada kaum mereka: "Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan Telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja (QS Al Mumtahanah [60]:4).

Dalam kehidupan Nabi Ibrahim as, Nabi Muhammad saw dan para Nabi lainnya, paling tidak ada tiga hal yang harus kita teladani dari sekian banyak hal yang harus kita contoh. Pertama adalah komitmen yang begitu kuat kepada Allah swt yang kemudian melahirkan ketaatan. Ketika Nabi Ibrahim as diperintah Allah swt untuk menempatkan isterinya Siti Hajar dan anaknya Ismail ke Bakkah (Makkah), meskipun sangat berat harus berpisah, tapi Nabi Ibrahim melaksanakannya. Begitu pula dengan perintah menyembelih Ismail yang lebih berat lagi, tapi itupun dilaksanakannya karena komitmen yang begitu kuat kepada Allah swt, bahkan Ismail as menunjukkan komitmen ketaatan yang sangat kuat seperti yang tercermin dalam firman Allah swt:

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku Sesungguhnya Aku melihat dalam mimpi bahwa Aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar".(QS Ash Shaffat [37]:102)

Kedua, tidak kompromi kepada syaitan dengan segala nilai-nilai kebatilan yang dihembuskan dan diajarkannya. Karena itu godaan syaitan harus dihalau dan tidak dituruti, bahkan syaitan harus kita jadikan sebagai musuh abadi yang selalu diwaspadai setiap saat dan tempat, Allah swt berfirman:

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (QS Al Bacará [2]:208).

Ketiga, kelangsungan penanaman dan penyebaran nilai-nilai Islam. Pada diri Nabi Ibrahim as terdapat kekhawatiran yang sangat dalam bila tidak ada generasi baru yang akan melanjutkan keberlangsungan penanaman dan penyebaran nilai-nilai yang datang dari Allah swt., karena itu ia amat mendambakan adanya kehadiran anak, tidak semata-mata untuk melanjutkan keturunan apalagi sekadar mewariskan harta tapi yang terpenting adalah anak yang bisa melanjutkan misi perjuangan, karenanya ketika usianya semakin tua kekhawatiran itu semakin dalam yang membuatnya harus menikah lagi dengan Siti Hajar sehingga lahirlah anak yang diberi nama dengan Ismail, bahkan dari Siti Sarah yang merupakan isteri pertama yang sudah tua lahir pula anak yang diberi nama dengan Ishak, karenanya Nabi Ibrahim amat bersyukur atas karunia Allah swt sehingga dalam do’anya ia menyatakan:

Segala puji bagi Allah yang Telah menganugerahkan kepadaku di hari tua (ku) Ismail dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha mendengar (memperkenankan) doa. Ya Tuhanku, jadikanlah Aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.(QS Ibrahim [14]:39-40)

Semangat ketiga yang harus kita pertahankan dan kita tingkatkan adalah semangat untuk menjadi lebih baik. Oleh karena itu, Idul adha seharusnya bisa kita jadikan momentum untuk melakukan koreksi total terhadap berbagai aktivitas dan kebijakan yang telah kita lakukan. Kita semua harus segera menyadari berbagai kesalahan lalu seluruh elemen bangsa harus mampu mengendalikan berbagai ego kepentingan dan lebih mengedepankan semangat untuk berkorban bagi kepentingan umat dan bangsa yang lebih besar. Dalam kehidupan kita sekarang dan ini yang amat memprihatinkan adalah bagaimana masing-masing orang berbuat untuk kepentingan diri dan kelompoknya, bahkan meskipun harus merugikan bangsa dan orang lain, karena itu yang ideal adalah bagaimana kita bisa menunjukan prestasi yang terbaik atau berlomba-lomba dalam kebaikan, Allah swt berfirman:

Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS Ab Baqarah [2]:148)

Manakala tiga semangat ini bisa kita wujudkan, niscaya kehidupan peribadi, keluarga, masyarakat dan bangsa akan semakin baik. Akhirnya, marilah kita sudahi salta Id kita pada pagi ini dengan sama-sama berdo’a:

اَللَّهُمَّ انْصُرْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ النَّاصِرِيْنَ وَافْتَحْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ وَاغْفِرْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْغَافِرِيْنَ وَارْحَمْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ وَارْزُقْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّازِقِيْنَ وَاهْدِنَا وَنَجِّنَا مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِيْنَ وَالْكَافِرِيْنَ.

Ya Allah, tolonglah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi pertolongan. Menangkanlah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi kemenangan. Ampunilah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi pemberi ampun. Rahmatilah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi rahmat. Berilah kami rizki sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi rizki. Tunjukilah kami dan lindungilah kami dari kaum yang dzalim dan kafir.

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَناَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَ الَّتِى فِيْهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِى فِيْهَا مَعَادُنَا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِى كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شرٍّ

Ya Allah, perbaikilah agama kami untuk kami, karena ia merupakan benteng bagi urusan kami. Perbaiki dunia kami untuk kami yang ia menjadi tempat hidup kami. Perbikilah akhirat kami yang menjadi tempat kembali kami. Jadikanlah kehidupan ini sebagai tambahan bagi kami dalam setiap kebaikan dan jadikan kematian kami sebagai kebebasan bagi kami dari segala kejahatan.

اَللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَاتَحُوْلُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَابِهِ جَنَّتَكَ وَمِنَ الْيَقِيْنِ مَاتُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا. اَللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا وَاجْعَلْهُ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ عَاداَنَا وَلاَ تَجْعَلْ مُصِيْبَتَنَا فِى دِيْنِنَاوَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا

Ya Allah, anugerahkan kepada kami rasa takut kepada-Mu yang membatasi antara kami dengan perbuatan maksiat kepadamu dan berikan ketaatan kepada-Mu yang mengantarkan kami ke surga-Mu dan anugerahkan pula keyakinan yang akan menyebabkan ringan bagi kami segala musibah di dunia ini. Ya Allah, anugerahkan kepada kami kenikmatan melalui pendengaran, penglihatan dan kekuatan selamakami masih hidup dan jadikanlah ia warisan bagi kami. Dan jangan Engkau jadikan musibah atas kami dalam urusan agama kami dan janganlah Engkau jadikan dunia ini cita-cita kami terbesar dan puncak dari ilmu kami dan jangan jadikan berkuasa atas kami orang-orang yang tidak mengasihi kami.

اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ حَجًّا مَبْرُوْرًا وَسَعْيًا مَّشْكُوْرًا وَذَنْبًا مَغْفُوْرًا وَتِجَارَةً لَنْ تَبُوْرًا

Ya Allah, jadikanlah dia haji yang mabrur, sa’i yang diterima, dosa yang diampuni, perdagangan yang tidak akan mengalami kerugian dan amal shaleh yang diterima.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ.

Ya Allah, ampunilah dosa kaum muslimin dan muslimat, mu’minin dan mu’minat, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Dekat dan Mengabulkan do’a.

رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami kehidupan yang baik di dunia, kehidupan yang baik di akhirat dan hindarkanlah kami dari azab neraka

Disampaikan Pada Khutbah Idul Adha

Di Universitas Muhammadiyah UHAMKA

Jl. Limau, Kebayoran Baru Jakarta Selatan

posted by Angga_A_Surawijaya @ 11:48 AM   0 comments
Tuesday, November 06, 2007
Dr. Nawwaf Takruri (Ketua Rabithah €Alam Islami Palestina di Suriah): Berjihadlah untuk Lawan Zionis!
eramuslim
Senin, 5 Nov 07 06:17 WIB

Yang terjadi di Palestina selama ini bukan pertikaian antara HAMAS dengan Fatah, melainkan antara HAMAS dengan sekelompok orang yang memang berada di dalam kelompok Fatah, yang mana mereka rela dibayar oleh Zionis-Israel untuk memerangi rakyat Palestina sendiri.

Hal ini dikemukakan Dr. Nawwaf Takruri, saat melakukan silaturahim di kantor Eramuslim di Jakarta, Jum’at (2/11). Doktor Syari’ah kelahiran Thaluzah-Nablus pada tahun 1965 ini merupakan salah seorang intelektual muda HAMAS yang produktif dalam menulis sejumlah buku. Di antaranya adalah ‘Aksi Bom Syahid Menurut Pandangan Fiqh’, ‘Persoalan-Persoalan Hubungan Ekonomi antara Negara-Negara Islam’, ‘Hukum Menjalin Hubungan Politik dengan Yahudi di Palestina’, dan yang baru saja diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia adalah ‘Dahsyatnya Jihad Harta’ di mana Kepala Kantor Utusan Politik HAMAS, Khalid Misyaal, memberi kata sambutannya.

Tahun 1992 Dr. Nawwaf pernah diasingkan bersama sejumlah Ikhwan lainnya, termasuk (alm) Dr. Abdul Aziz Ar-Rantisi, ke Marj al-Zuhur. Mereka terusir dari tanah airnya sendiri dan hingga kini tidak bisa kembali.

Dalam pertemuan dengan kru eramuslim, Dr. Nawwaf yang memakai stelan jas hitam dengan penuh keakraban banyak memaparkan kondisi terkini rakyat Palestina seperti masalah konflik internal rakyat Palestina (antara kelompok HAMAS dengan Fatah), masalah riil yang ada, tentang konferensi Annapolis dan konferensi Damaskus, kerjasama antara HAMAS dengan Hizbullah Lebanon, hingga sikap rakyat Palestina terhadap jihad melawan Zionis-Israel.

Tentang konflik antara HAMAS dengan Fatah, Doktor yang aktif sebagai Ketua Rabithah ‘Alam Islami Palestina di Suriah ini menggambarkan dengan sebuah ilustrasi yang menarik. “HAMAS merupakan pemenang pemilu tahun kemarin dengan lebih dari 60% suara dan berhasil mengantarkan kadernya sebagai Perdana Menteri Palestina yang sah, Yakni Ismail Haniyah. Fatah dengan sekitar 26% suara berhasil mengantarkan kadernya, Mahmud Abbas, duduk sebagai Presiden Palestina yang sah. Ini merupakan satu pemerintahan Palestina yang legal, ” ujarnya.

Hanya saja, tambahnya, dalam menghadapi penjajah Israel antara HAMAS dengan sekelompok elit di Fatah terdapat perbedaan cara pandang. “Kami ibaratkan HAMAS tengah bertarung melawan Zinois-Israel di dalam ring tinju. Dengan berbagai strategi, taktik, dan kekuatan yang ada pada kami, kami berusaha memenangkan pertarungan ini. Namun di saat kami bertarung, ada saudara kami yang terus-terusan mengganggu kami. Sekali dua kali kami mengatakan padanya dengan baik bahwa janganlah mengganggu pertarungan kami ini sebelum kemenangan dicapai. ”

Namun saudara kami itu tidak juga diam, ia malah terus mengganggu pertarungan kami ini dengan kian gencar, malah dengan bahasa kekerasan, maka tidak ada jalan lain bagi kami untuk menegurnya dengan bahasa yang sama pula. “Saudara kami itulah sekelompok elit dari Fatah, yang seharusnya membantu kami memenangkan pertarungan melawan ZIonis-Israel, tapi malah banyak merongrong kami. Sejumlah pertikaian yang terjadi kemarin merupakan upaya kami dalam rangka mengingatkan mereka agar kembali ke jalan yang benar, ke jalan yang diinginkan seluruh rakyat Palestina, yakni membebaskan Tanah Palestina dari penjajah Zionis-Israel, ” tegas Nawwaf.

Terkait dengan Konferensi Annapolis yang akan disponsori Amerika dan diikuti Mahmud Abbas dan Zionis-Israel, dan hubungannya dengan konferensi tandingan yang diselenggarakan oleh HAMAS dan faksi-faksi perjuangan rakyat Palestina di Damaskus Suriah, Doktor Nawwaf mengatakan, “Konferensi Annapolis bukan konferensi yang didukung oleh rakyat Palestina. Banyak rakyat Palestina memboikot konferensi tersebuta, termasuk faksi-faksi bersenjata yang sesungguhnya berada di bawah Fatah seperti Jihad Islam. Itu merupakan Konferensi Bush, yang tentunya sarat dengan kepentingan Zionis. ”

Sebab itu, HAMAS menggagas konferensi tandingan yang insya Allah akan diselenggarakan di Damaskus, Suriah, yang melibatkan seluruh faksi-faksi bersenjata perjuangan rakyat Palestina yang satu sikap dalam menghadapi Zionis-Israel, yakni membebaskan seluruh Tanah Palestina dari penjajahan Zionis-Israel. “Rakyat Palestina sebenarnya satu suara menghadapai Israel, yakni mereka harus segera keluar dari tanah kami. Sedangkan orang-orang seperti Muhammad Dahlan, Mahmud Abbas, dan sebagainya, mereka merupakan orang-orang upahan Israel yang bekerja demi uangnya Zionis. Ini tentu sangat kami sayangkan, ” tegas Nawwaf.

Menyinggung kerjasama antara HAMAS dengan Hizbullah, Dr. Nawwaf menyatakan bahwa HAMAS melakukan kerjasama dengan siapa pun yang memiliki kesamaan pandangan soal masalah Palestina, yakni Tanah Palestina merupakan hak milik sah bangsa Palestina dan Zionis-Israel wajib angkat kaki dari seluruh tanah yang didudukinya. “Ini prinsip, harga mati, dari kami. Karena persoalan ini menyangkut akidah Islam yang tidak bisa ditawar-tawar dengan apa pun, ” tandasnya.

Doktor Nawwaf yang didampingi Ketua Komite Solidaritas Islam untuk Palestina (KISPA) Ust. Ferry Noor, Ust. Dzikrullah (Hidayatullah), Nuim Hidayat (GIP), dan beberapa rekan lainnya juga menyampaikan salam persatuan dan salam jihad kepada seluruh saudara-saudara umat Islam Indonesia.

“Masalah Palestina merupakan tanggungjawab seluruh umat Islam dunia. Sebab itu, kita wajib berkontribusi di dalam mengusir penjajah Israel dari Bumi Palestina. Umat Islam yang berada di Palestina melakukannya dengan jihad qital atau peperangan, dan umat Islam di belahan bumi lainnya bisa melakukan jihad harta—termasuk memboikot produk pendukung Zionisme, jihad tulisan, dan kontribusi lainnya, termasuk doa. Insya Allah, kemenangan berada di tangan kita, ” ujarnya. Amien. (Rizki)

posted by Angga_A_Surawijaya @ 7:55 AM   1 comments
Monday, October 01, 2007
Taujih Syek Abu Bakr (Mujahid di Palestina - asal HAMAS)



Bismillahirahmanirahiim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Saya mencintai kalian karena Allah, mengapa saya mencintai kalian karena Allah? Karena kalian hamba-hamba-Nya, yang melakukan puasa, yang melakukan sholat lima waktu, yang mengerjakan shodaqoh, menunaikan zakat, serta beramal hanya karena Allah, ikhlas.

Dan jangan lupa, “Sesungguhnya kemenangan kaum Muslimin itu semata-mata hanya karena ketaatan kita kepada Allah SWT. Jika kita jauh dari Allah dan tidak taat kepada Allah, maka kemenangan akan menjauh dari kita. ” Saya teringat suatu pesan dari Umar ibn Khattab kepada Saad Abi Waqqash yang mengatakan bahwa nasab kita hanya dihitung jika kita taat kepada Allah.

Sesungguhnya, kita dengan musuh-musuh kita adalah sama. Yang membedakannya hanyalah bahwa mereka bermaksiat dan tidak beriman kepada Allah, sedangkan kita—mengapa kita bisa menang atas kaum kafir dan musuh-musuh Allah, semata-mata karena kita beriman dan taat kepada Allah.

Jika kita melakukan kemaksiatan seperti yang mereka lakukan, maka kita akan kalah dan terhina di hadapan kaum kuffar. “Sesungguhnya kemenangan itu tidak akan datang kecuali atas izin pemiliknya, yaitu Allah yang Maha Bijaksana dan Maha Pemberi. ”

Saya di sini berbicara kepada Anda semua atas bangsa Muslim Palestina yang terjajah oleh Zionis-Israel, saya juga berbicara dihadapan kalian ini atas nama pejuang-pejuang Palestina, yaitu HAMAS, saya juga berbicara di hadapan kalian atas nama seluruh ulama-ulama Palestina yang terusir dari negaranya, saya akan memberikan beberapa informasi terkini tentang apa yang terjadi terhadap kaum Muslimin Palestina:

Pertama, sekarang terdapat lebih dari 7. 000 keluarga syuhada yang ditinggalkan oleh suaminya atau anaknya atau keluarganya yang syahid, yaitu dari intifadhah pertama hingga intifadhah kedua.

Yang kedua, sekarang terdapat lebih dari 50. 000 kaum Muslimin Palestina yang terluka dan cacat akibat penangkapan dan penyiksaan yang dilakukan kaum Zionis-Israel. Saya juga memberikan kabar kepada kalian semua kaum Muslimin, sekarang terdapat lebih dari 12. 000 orang tawanan yang masih berada di penjara-penjara Israel. Mereka mengalami berbagai penyiksaan bahkan banyak yang sampai menemui kesyahidan atau cacat seperti saya.

Saya juga ingin memberikan kabar bahwa ada lebih dari 10. 000 rumah kaum Muslimin Palestina itu dihancurkan oleh tentara Zionis Israel. Dan sekarang ini kami dipisahkan dengan adanya pembangunan tembok-tembok pemisah yang sangat kokoh dan tingginya sampai dengan 10 meter. Sehingga sekarang ini kami dipisahkan dari rumah-rumah kami, kami dipisahkan dari rumah-rumah sakit kami, kami dipisahkan dari universitas-universitas kami, dari tetangga-tetangga kami sehingga kaum perempuan kami pun untuk sekadar melahirkan di rumah sakit tidak bisa. Banyak dari perempuan-perempuan Palestina sekarang ini terpaksa melahirkan di pinggir-pinggir jalan. Atau pun di perbatasan-perbatasan yang sengaja dibuat oleh tentara-tentara Zionis-Israel.

Sekarang terdapat 500. 000 kaum Muslimin Palestina yang tidak bisa bekerja akibat cacat dan lumpuh seumur hidup akibat penyiksaan yang dilakukan tentara Zionis atas kami. Dahulu kami, sekitar 500. 000 Muslim Palestina bisa menunaikan sholat berjamaah di Masjidil Aqsha, tetapi sekarang kami bisa melakukan sholat di Masjidil Aqsha sejumlah 50. 000 orang dengan satu syarat bahwa kami telah berusia di atas 50 tahun.

Dan perlu diketahui juga bahwa sekarang ini Al-Aqsha berteriak memanggil umat Islam yang berada di seluruh dunia karena sekarang ini Al-Aqsha tinggal menunggu keruntuhannya. DI bawah Al-Aqsha, Zionis-Israel telah melakukan penggalian di sana-sini, guna dibuat parit-parit dan sebagainya, yang nantinya jika Al-Aqsha runtuh maka di atasnya akan dibangun kembali Haikal Sulaiman.

Wahai Saudaraku, selamatkanlah Al-Aqsha, karena Al-Aqsha ini akan segera runtuh jika kaum Muslimin tidak segera membantunya.

Saya juga akan memberikan kabar tentang pejuang-pejuang kaum Muslimin Palestina, terutama HAMAS: Pertama, kami sesungguhnya telah berhasil ketika di dalam pemilihan umum, HAMAS berhasil memenangkan kursi parlemen dengan perolehan sekira 60% dan juga dengan ditandainya kami telah berhasil mengusir tentara Zionis-Israel dari Jalur Gaza yang panjangnya sampai dengan 350 kilometer, sehingga sekarang ini tentara Zionis-Israel tidak mampu lagi untuk masuk ke Jalur Gaza walau hanya sejengkal pun. Allahu Akbar!

Dan kami juga ingin memberi kabar, bahwa kami telah kembali membangun rumah-rumah sakit, universitas-universitas Islam di Gaza, dan kami juga berhasil dengan dakwah dan tarbiyah kami sehingga kami dapat menciptakan generasi-generasi Islam yang tangguh di sisi Al-Qur’an dan Assunnah Rasulullah SAW.

Saya sendiri khawatir, bukan khawatir dengan pejuang-pejuang, para mujahidin Palestina, tetapi saya khawatir dengan diri saya dan kalian semua yang ada di Indonesia yang sekarang masih menunggu di jalan jihad. Kita sedang menunggu untuk bisa tiba di sana, tetapi mereka telah ada di sana dan menunggu untuk bisa mendapat syahid atau hidup mulia. Jika kita semua ingin tiba di sana, berdoalah kepada Allah dan tetaplah istiqomah sehingga nantinya kita termasuk orang-orang yang dipilih Allah untuk membebaskan al-Aqsha dan kita bisa melaksanakan sholat berjamaah di sana dengan aman.

Mungkin ini saja dari saya, Wa bilahi taufiq wal hidayah,
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

dikutip dari eramuslim.com

posted by Angga_A_Surawijaya @ 9:34 AM   2 comments
Wednesday, August 23, 2006
Tulisan kedua dari sahabat ..............
Catatan kecil
18 Agustus 2006

(PERNAH) BANGGA BERBANGSA INDONESIA


Pekikan lagu pop- mix terdengar dari sudut lapangan, di mana para ibu-ibu, bapak-bapak, remaja-remaja berjoget berpasangan dengan mengapit satu buah bola pingpong di dahi mereka. Seolah ada aura keceriaan dan suka-cita yang terlalu hebat di sana. Terlalu gembira... terlalu senang... Ah, mungkin sesuatu yang hebat telah dicapai oleh mereka-mereka itu.

Pesta HUT-RI ke-61 baru saja usai. Dari tahun ke tahun memperingati hari kemerdekaan membuat ana berfikir sejenak. Sejenak, karena boleh jadi fikiran ana akan aneh buat mereka, dan mungkin ana lah yang aneh kenapa berani-beraninya berfikir mengenai hal ini.
Mengurai perjalanan bangsa dalam 1 tahun saja, sudah banyak membuat mata basah berkaca atau tangan kita erat terkepal. Kelaparan di Yakohimo dan berbasgai penjuru nusantara, naiknya BBM yang membuat semakin beratnya living cost, kekeringan, gempa Jogja, Suharto yang belum teradili, pembodohan di peradilan, tertuduhnya islam sebagai teroris di tanah airnya sendiri.. dan serangkaian bencana lainnya.

Analoginya begini, jika ada saudara kita yang berulang tahun, tetapi pada saat bersamaan sedang mengalami rangkaian musibah, misalnya belum lama sanak saudaranya meninggal, kemudian rumahnya habis karena kebakaran, terus ia di-PHK, sudah barang tentu kita akan berfikir ribuan kali untuk bersenang-senang dan bersuka-cita atas HUT-nya itu.
Makanya, ana bingung ketika mau turut bersuka cita di HUT-RI ini di saat banyaknya penderitaan negeri ini dan penduduknya dari ujung timur ke barat. Pesta atau peringatan?? Suka cita atau duka cita?? Syukuran atau muhassabah??
Merdeka? Merdeka dari apa? Dari siapa? Sampai saat ini negeri ini masih banyak diliputi pembodohan kok, dibodohi, dan sebagian membodohi. Sampai sekarang bangsa ini masih tak punya harga diri di mata asing kok, lihat aja pengiriman miss world untuk ‘membela negara’, lihat aja kontrak freeport yang teramat merugikan, lihat aja penangkapan ust. Baasyir, lihat aja perekonomian kita dikuasai siapa, lihat aja BUMN-BUMN dijual ke siapa.
Selalu Merdeka?? Merdeka dari apa? Dari siapa? Lihat aja bayi-bayi yang meninggal kelaparan yang diperhalus dengan sebutan ‘gizi buruk’, lihat saja hukuman koruptor bermilyar-milyar yang cuma diganjar hitungan bulan, lihat aja penggusuran PKL, lihat aja hutan kita yang semakin meluas (asapnya), lihat aja laut kita yang memiliki komoditas andalan terbesar yaitu ikan curiannya..

Balik lagi ke HUT-RI, Ana juga lihat, jika ada seseorang yang sedang ber-ulang tahun, biasanya ada orang lain yang akan mengucapkan selamat ulang tahun kepada yang berulang tahun.
Makanya, ketika ada HUT RI ana bingung mau ucapkan apa dan ke siapa??
Ke presiden sekarang?? Gubernur?? Artis sinetron?? Ah...jelas, mereka tidak ikut perang kemerdekaan kala itu...
Kemudian ana berfikir, (setelah bersyukur kepada Alloh SWT) seharusnya pahlawan-pahlawan dan para syahidin yang paling berhak mendapatkan ucapan itu. Kalau ada perayaan, merekalah yang paling berhak hadir di panggung-panggung perayaan. Adalah mereka sang jenderal besar yang bergerilya, si Pangeran bersorban dan berkuda di tanah jawa, si Bung yang menggelorakan semangat para pemuda Surabaya, Si Tuanku yang meletuskan padri di ranah minang atau si wanita perkasa dari ujung serambi mekah, ....

Akan tetapi karena menghadirkan mereka-mereka memang tidaklah mungkin, paling tidak seharusnya orang-orang, baik anak kecil, pemuda, setengah baya, atau pun jompo yang mewarisi jiwa-jiwa kepahlawanan para pahlawan kitalah yang paling berhak.
Bukannya artis-artis pesinetron yang lantang meneriakkan “Merdeka!”, kemudian terkekeh-kekeh bergaya di outlet-outlet fast food amerika.
Bukannya idol-idol kontestan lomba nyanyi di TV yang berupaya membuat kabur makna kata idola sesungguhnya, yang seberapa pun gigih ‘perjuangan’ mereka tidak akan pernah membuat angka kemiskinan menurun nyata.
Bukan juga pejabat-pejabat yang gagah menghadiri upacara kehormatan, kemudian rakus mencuri nasi-nasi milik para pencuri yang memang terpaksa mencuri...

Ya Alloh, ampuni dan rahmatilah para pahlawan dan pejuang keadilan negeri ini yang telah lama mendahului kami dengan syahid mau pun wafat di tempat tidurnya. Karena merekalah, kami (pernah) bangga berbangsa Indonesia.

Wallahu’alam bishowab.
posted by Angga_A_Surawijaya @ 11:49 AM   1 comments
Catatan Sahabat
Tulisan ini adalah kiriman dari seorang sahabat yang senantiasa mengingatkan ana tentang idealisme tidak hanya di kampus, tapi di dunia ketika idealisme bertemu dengan realita. Sahabat itu bernama Muharamar Razak yang lebih senang dipanggil Ara. Ada dua tulisan, selamat membaca dan memupuk makna....

Catatan kecil
SUARA UMAT PADA “OKNUM” BIROKRAT


Adalah di suatu desa, seorang peternak itik mengeluh pada ana,
“Pak, bebeknya lama-lama habis dimakanin tikus-tikus melulu. Hari ini aja ada 9 ekor yang mati. Uh, padahal saya sudah capek-capek beri pakan terus dan vitamin agar tumbuh sehat”
Hm... dari percakapan itu, ana langsung teringat negara ana yang sedang ber-HUT ke-61. Kayaknya ada sesuatu yang sama dampaknya antara tikus bagi peternak dan ‘tikus’ bagi negara. Dikasih pakan dari mulai dedek yang termurah sampai berupa makanan presiden pun, kemungkinan besar si bebek juga akan tetap mati selama si tikus belum dibasmi..

Pas hari itu juga, sang ketua kelompok peternak kami berniat mendatangi dinas peternakan kecamatan setempat mengenai adanya dugaan flu burung di desanya karena sebagian besar bebek-bebek anggotanya mati secara tiba-tiba.
“Pak, kalau saya jadi presiden, saya akan tembak mati PNS-PNS yang mangkir masuk kantor” ana nyeletuk di dalam perjalanan.
“ya Pak, saya setuju! Juga yang pada korupsi, dari pada Cuma di penjara, dikasih makan, nonton tv, saya juga mau dipenjara, enak jadi gak pusing-pusing di rumah denger anak nangis minta jajan” spontan kata sang ketua.
Tiba di megahnya kantor kecamatan yang terlalu luas karena sedikitnya pegawai yang ada di kantor. Benar aja, petugas peternakannya ternyata gak ada di kantornya, he..he.. kami gak mau nyerah, tanya alamat rumahnya. Kami pun “memburu” langsung ke rumahnya.
Eh, tahunya si pejabat lagi asik beres-beres rumah berkaos singlet ria. “Pak, wah...lagi di rumah?! Bapak korupsi dong nih, gak masuk kantor” ceplos si ketua kritis.
“gak, saya lagi sakit, gak enak badan” bela si pejabat
“kok, sakit beres-beres rumah?” ana usil
“oh, eeh, anu, biar keluar keringat” kata si pejabat.
Aneh.
. . . . . . . . . . . .

Ada juga yang lebih aneh, ketika si pejabat berwasiat pada ana.
“Pak, nanti kalau setelah dicek ternyata benar flu burung, jangan dibilangin flu burung ya!, wah nanti bisa geger daerah saya” sang pejabat memberi pesan wasiat. Mungkin beliau takut karena LSM anggapannya lebih dekat ke media massa.
“lho pak, kalau benar flu burung, dari pada nanti terkena anak kecil dan warga, mendingan dikasih tau mulai dini!” ana mulai kesal.
. . . . . . . . . . . .

Sejauh pengalaman ana berhubungan dengan birokrat, memang menyimpan kenangan hubungan yang “kurang mesra”. Dari mulai mangkir ke kantor sampai pungli. Dari urusan KTP, skripsi hingga urusan gusuran warga dan pengungsian bencana alam.
Ana jadi teringat ketika tragedi gusuran di muara angke dulu, mulai dari pejabat-pejabat di Lurah, Camat, Walikota, Gubernur, hingga Menterinya sekalipun, bisa ana katakan omongan yang keluar dari mulutnya pada akhirnya tidak bisa dipegang. Sampai-sampai ana malu punya menteri Perikanan, Rohmin Dahuri, yang tadinya ana bangga-banggakan di depan komunitas nelayan. Karena tidak nyatanya omongan sang menteri, setelah penggusuran terjadi ketua nelayan kami nyaris binasa di laut. Bukan dalam rangka mencari ikan, tetapi bunuh diri! karena merasa paling bertanggung jawab atas hancurnya rumah-rumah warganya !!!

Entah kenapa ana masih belum bisa menghargai sepenuhnya kalau pergi ke kantor pemerintahan. Sampe-sampe dulu waktu skripsi, (maaf, jangan ditiru kalau ada cara yang lebih baik :)) ana gak mau mandi dulu kalau mau ke Sub-dinas Perikanan Jakarta Utara.

Bukannya tidak ada orang yang benar di pemerintahan, tetapi orang-orang yang jujur dan berjuang untuk umatnya seolah-olah menjadi “oknum”. Sudah teramat sedikit, dikucilkan pula.

Saudara-saudaraku, bagaimana mungkin negara ini bisa bangkit menjadi negara yang besar jika aparatur-aparaturnya seperti itu?! Jika saja ide dan pemikiran di dalam otak bisa berbentuk dan terlihat, kemudian kita bedah kepala-kepala mereka, Seberapa banyakkah permasalahan-permasalahan umat yang menjadi kewajibannya bersemayam di sana?? 10% ? 5% ? 1% ? 0%??

Mungkin Ustad Hasan Al-Bana memang sudah memahami sejak dulu mengenai beratnya beban menjadi PNS dan prioritasnya. “Jangan terobsesi menjadi pegawai negeri, namun jika ada kesempatan jangan menolak”

Saudara-saudaraku yang sedang berjuang di jalur birokrat, ana coba memahami beratnya bertahan di lingkungan yang mungkin tidak kondusif. Tetapi ana Cuma mau ingatkan kembali, bahwa antum-antum adalah orang-orang pilihan yang memang berjuang untuk perubahan. Antum berbeda dengan yang kebanyakan. Antum harus menjadi “oknum” itu.
“Oknum”, karena sangat sedikitnya jumlah birokrat-birokrat yang ber-visi kebaikan seperti antum...
“Oknum”, karena sangat langkanya aparatur-aparatur yang jatuh kemudian bangkit lagi berjuang, jatuh kemudian bangkit lagi berjuang untuk kejayaan umat dan gapai keridhoan-Nya seperti antum ...
Dan “Oknum”, karena antum bukanlah ‘tikus-ikus putih’ namun adalah lebah-lebah pemberi manfaat...

Allohu Akbar !!!

Wallahu’alam bishowab.
posted by Angga_A_Surawijaya @ 11:34 AM   0 comments
Thursday, July 20, 2006
AHLAN WA SAHLAN MUJAHID MUDA
Sudah lama rasanya tidak merasakan campur aduk persaaan seperti yang kemarin terjadi. Ada gembira, cemas dan beragam perasaan lain ketika kutunggu sang mujahidah di depan pintu kamar. Memang benar kata para suami yang lebih dahulu mengalami masa ini, akan lebih tenang bila kita bisa menemani istri kita yang sedang berjihad di ruang persalinan, daripada menunggu di luar dan dikerubuti berbagai dugaan. Namun apa boleh buat, hari itu klinik persalinan dipenuhi dengan 5 orang 'ibu' yang sedang bersalin, dan karena kebagian giliran kelima, akhirnya dapat ruangan yang sempit untuk bersalin...dan dengan berat hati jadi harus nunggu di luar deh.

Subhanalloh, badan yang lelah karena begadang semalaman dan perasaan campur aduk tadi langsung rontok ketika bu bidan menyodorkan seorang bayi mungil berselimut dengan mata yang seolah bertanya-tanya dimana saya?
Dan ketika kulantunkan kalimat-kalimat adzan, sang bayi menatap seolah telah bisa melihat dan memperhatikan setiap kalimat yang dilantunkan. ....(terharu banget)

Penasaran pingin lihat wajah 'angga junior', ini dia wajahnya :)




Mohon doa'nya semoga ia tumbuh menjadi ikhwan yang solih, mujahadah dan dapat berperan aktif untuk mengembalikan izzah Islam wal Muslimin, oleh karenanya, kami beri nama anak kami

MUHAMMAD FAIZ IZZUDIN

posted by Angga_A_Surawijaya @ 8:50 AM   2 comments
Monday, June 12, 2006
INVESTASI TAK KENAL RUGI
Waktu itu adalah pertengahan bulan Oktober 2003. Penelitianku 'agak' terkatung-katung. Seharusnya ana sudah kembali ke lapangan (Sumedang) untuk mengambil sampel ikan lalawak di sungai cikandung. Terlalu banyak pekerjaan diluar akademik yang harus segera diselesaikan sehingga tidak terlalu konsen untuk mengerjakan penelitian. Namun sebenarnya alasan yang paling utama karena pada waktu itu kondisi keuangan sedang minus, yang tidak memungkinkan ana berangkat ke lapangan.
Sedangkan peluang pendapatan berupa proyek enumerator kebusukan ikan hilang sudah karena seleksi kehadiran dalam pelatihan terabaikan karena terlalu banyaknya agenda DK. Namun trnyata hal tersebut disadari oleh teman-teman seperjuangan yang berkesempatan megerjakan proyek tsb. Sepulang dari pengerjaan proyek (setelah terombang-ambing di lautan) mereka berkonsolidasi mengumpulkan sebagian pendapatan mereka untuk mensupport dana untuk penelitian ana. Ternyata tidak hanya itu, mereka menyisihkan sebagian "penghasilan" mereka untuk membayarkan SPP salah seorang ADK. Dan ternyata tidak hanya sampai di situ, mereka juga menyisihkan "penghasilan" tersebut untuk kas da'wah kampus. Sampai diri ni bertanya-tanya masih adakah saldo buat mereka sendiri? Jawaban singkat namun tajam meluncur dari bibir mereka...."akhi ini adalah investasi tak kenal rugi", subhanalloh......
Saat ini mereka telah tersebar di pusat dan berbagai pelosok negeri ini. Ada yang jadi PNS, aktivis LSM ternama, pengusaha, dsb. Pertemuan dua tahunan mereka setelah lulus menjadi tanda bahwa semangat ukhuwah itu tidak luntur oleh waktu dan tempat. Begitupun dengan semangat mereka untuk tetap membantu da'wah kampus (yang pernah mereka cita-citakan sewaktu masih mahasiswa), setidaknya hal itu ditandai dengan komitmen mereka untuk memberikan 'logistik' da'wah yang akan mereka serahkan bulan September. Lima juta rupiah...besar? kecil? itu mah relatif tergantung kondisi masing-masing. Tapi semoga semangat itu tetap tertanam.....bahwa ini adalah INVESTASI TAK KENAL RUGI
posted by Angga_A_Surawijaya @ 9:00 AM   1 comments
Monday, June 05, 2006
Pilihan
Memang bicara lebih mudah daripada melakukan....
lebih mudah lagi mengatakan seharusnya daripada melakukan yang seharusnya...
Sepaerti yang saya hadapi saat ini. Pilihan untuk melanjutkan episode hidup. Apakah akan memepertahankan episode yang sedang dijalani dengan berbagai konsekuensinya atau melangkah pada episode baru, beradaptasi dengan berbagai hal baru dan memulai dari awal lagi.
Jadi ingat 'curhat'nya seorang sahabat satu bulan yang lalu. Masalahnya hampir sama dengan yang saya hadapi saat ini. dan dengan mantap saya sarankan agar ia mengambil pilihan yang saya anggap sesuai dengan bakatnya.
Sekarang giliran sang pemberi saran mengahadapi pilihan.
Pekerjaan sebagai seorang staf Fraksi di daerah memang cukup 'membosankan', apalagi seringkali harus berperan untuk jadi asisten dari sepuluh orang anggota dewan (yang terhormat). Selain itu karena manajemen partai masih belum stabil jadilah fraksi sebagai lini partai yang mendominasi program dan kebijakan partai di tingkat daerah. Tapi di balik itu ada juga kelebihannya, selain bisa belajar memahami tentang seluk beluk pengelolaan pemerintahan, bisa dapat fasilitas internet gratis juga :) (lumayan bisa ngirit komunikasi di kondisi gaji yang pas-pasan).
Tawaran pekerjaan baru sebagai manajer kolam sebetulnya cita-cita dari sejak mahasiswa dulu.
Bekerja di bidang yang sesuai dengan background pendidikan di asrinya alam Cianjur.....Gaji di atas gaji sekarang dan aturan bonus yang jelas.
Tapi itu berarti harus meninggalkan adik-adik di halaqoh yang begitu semangat, kehidupan modern dan lingkungan ikhwah yang dominan (???). Apalagi katanya untuk pekerjaan ini dalam satu pekan hanya 3 hari berada di darat.
Ok...kita lihat saja perkembangannya dalam satu pekan ini....istikhoroh dan berikhtiar....itu kan kuncinya.
posted by Angga_A_Surawijaya @ 8:48 AM   0 comments
about me
My Photo
Name:
Location: Rain city, West Java, Indonesia

Saya adalah orang yang sedang mencari kebenaran, mencari makna serta hakikat manusia dan saya adalah orang yang sedang berjuang menegakan kehormatan yang berarti 2 pilihan hidup mulia atau mati sebagai syuhada

Udah Lewat
Archives
Hadits Pekan ini
Dari Ibnu Umar radhiallahuanhuma berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam memegang pundak kedua pundak saya seraya bersabda : Jadilah engkau di dunia seakan-akan orang asing atau pengembara “, Ibnu Umar berkata : Jika kamu berada di sore hari jangan tunggu pagi hari, dan jika kamu berada di pagi hari jangan tunggu sore hari, gunakanlah kesehatanmu untuk (persiapan saat) sakitmu dan kehidupanmu untuk kematianmu “ (Riwayat Bukhori)
judul

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Duis ligula lorem, consequat eget, tristique nec, auctor quis, purus. Vivamus ut sem. Fusce aliquam nunc vitae purus. Aenean viverra malesuada libero. Fusce ac quam.

Links
Template by
Free Blogger Templates